Q n A (Jangan) Katakan Cinta!



Awal ide cerita ini?
Silahkan lihat di postingan Di Balik Cerita (Jangan) Katakan Cinta! sebelumnya. Intinya Gue ingin membuat cerita itu tapi dengan durasi engga lebih dari 15 menit, low budget, dan simpel. Sempet Gue membuat kisah dari masa kecilnya. Tapi setelah Gue pikir2 lagi engga jadi dech. Puter otak... Hingga akhirnya dapet ilham, kayaknya asyik nech kita bisa punya markas sendiri. Dimana di markas itu kita ngelakuin hal – hal yang kita suka atau jauh dari hingar bingar keramaian. Markasnya itu harus berupa rooftop atau taman cantik kayak di Twillight (ini agak susah ditemukan di Jakarta). Itu yang ada di bayangan Gue.  Hingga imajinasi itu Gue satuin sama ide cerita yang mau Gue buat. Kayaknya seru nih kalao dibuat si cewe dan cowo sahabatan dan ngelakuin hal – hal semuanya di markas itu yang akan selalu menjadi tempat kenangan mereka.   

Kenapa judulnya (Jangan) Katakan Cinta!?
Menurut EYD, fungsi tanda kurung ada 3, salah satunya yaitu untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Secara tiba2 Gue mendapat ilham untuk judul film ini. Yaa, Gue rasa ketika kita sebagai perempuan ingin mengatakan cinta, mereka (kaum perempuan) masih terbentur dengan norma yang diajarkan oleh orang tua mereka bahwa perempuan janganlah mengatakan cintanya terlebih dahulu karena itu tugas kaum pria. Namun jika kata (Jangan) Gue tutup, maka Gue rasa perempuan engga usah takut lagi untuk mengungkapkan cintanya terlebih dahulu.

Bagaimana dengan pemilihan cast?
Kalao Chana sudah pernah berakting. Secara dia juga anak PAC. Kalao Jordan memang belom pernah berakting, tapi Gue salut sama usahanya yang selalu nanya kekurangan dia apa, kalao adegan ini enaknya ngomongnya gimana. Kenapa Gue milih Chana dan Jordan? Secara fisik mereka mendekati apa yang Gue mau. Awalnya Gue engga kenal mereka. Tapi tau mereka dari semester 1. Chana itu cewe berkarakter. Itu juga Gue tau Chana gara2 beberapa temen cewe kelas Gue suka bilang ”Si tomboy lewat” (kebetulan Chana kelasnya disamping kelas Gue). Pas Gue tanya siapa sih? *keppooo. Seorang temen Gue nunjukin si Chana sambil bilang ”Kalao Gue cowo, Gue bakal jadiin dia pacar. Cantik dan berkarakter”. Pas Gue lihat, Gue langsung bilang ke diri Gue sendiri, ”Dia harus main di film Gue!!!”. Hahahaha. Akhirnya sudah kesampaian sekarang. Kalao Jordan awalnya sempet pesimis dia bakal mau main di film ini. Secara dia kan AGJ. Hahahaha. Pas ditawarin sama Kania dan ngobrol2 secara langsung, eh dia malah exicted banget! Kagak nyangka dah! Waktu itu yang jadi Raka ada 3 kandidat. Yang 1 kayaknya emang engga niat main film dan engga gitu kenal juga. Yang 1 nya lagi pas disuruh dateng casting engga dateng. Ya sudah mungkin memang Tuhan menakdirkan Jordan dan Chana untuk main di film ini. Semoga 9 tahun (sekarang Gue baru 20) mendatang impian untuk menjadikan ini sebuah film panjang dapat terwujud. Dan mereka mau kembali bekerja sama dengan Gue. =P

Berapa hari reading?
4 hari tapi engga full day. 2 hari reading bersama, 2 harinya lagi masing2 dapet giliran reading sendiri2 1 hari.

Berapa hari syuting?
2 hari tanggal 7 – 8 August.

Apa saja kendala yang ada selama proses produksi film ini?
Kendala awal pas pre production ada pada lokasi. Awalnya Gue maunya di Karawang San Diego Hills. Tapi tempat itu bayar. Cuman bisa aja Gue kasih proposal untuk free meskipun kemungkinannya kecil. Terus sang produser engga mau syuting yang lokasinya jauh. Dan setelah Gue pikir2, kayaknya kalao taman2 atau padang ilalang gitu terlalu melow buat Gue. Intinya Gue mau lokasi free biar engga over budget. That’s it. Ya sudah, akhirnya balik lagi ke pilihan awal di rukonya Jay sang Menlok. Pencarian lokasi memakan waktu paling lama mulai dari akhir bulan Mei sampai keputusannya bulan Juli. Terus kendala kesibukan masing2 anak2 PREMIERE. Sehingga untuk ngomongin lebih detail kita omongin setelah final exam. Terus Gugum, Jay, dan Bismo (di hari kedua) yang tiba2 engga bisa bantuin, sehingga Gue harus mencari lagi penggantinya. Kendala pas production ada pada cuaca. Hujaaannnn!!! Ahhh!!!  Disini engga ada scene malam dan ext semua. Jadi Gue cuman punya waktu sampai jam 6 sore. Eh pas hari pertama jam 4 sudah hujan. Dan mungkin pas hari pertama juga kita kerjanya sedikit santai dan Gue masih beradaptasi juga, jadi benar2 shoot yang harusnya ditargetin hari itu banyak yang engga keambil. Dan pada hari kedua kita kerja cepat serta pemotongan shoot2 dari Gue karena waktu yang mepet. Terus di hari kedua pas mau ambil alat, satpam kampusnya ngehee!!! Jam 4 kita sudah stand by di kampus, pas digedor2 pintu engga dibuka2, sambil teriak2, hingga jam 5 usaha kita baru kedengeran sama itu satpam yang baru bangun tidur dengan nyenyaknya! Fuck You! Untung sih semua selesai pada akhirnya.  

Apa harapan terhadap film ini?
Gue cuman berharap semoga film ini bisa dinikmati dan mendorong temen2 untuk engga ragu mengungkapkan cinta terhadap orang yang disayanginya. Ini adalah sebuah rencana awal buat Gue. Engga tau kenapa Gue pengen banget menjadikan kisah ini sebagai film pertama Gue suatu saat nanti kalao impian Gue jadi Director bisa terwujud. Amin. Tapi dengan alur cerita yang berbeda pastinya. *Mulai mencoba menulis skenario panjangnya ah...

Kesan terhadap produksi film ini?
Hal yang paling menyenangkan ketika membuat film adalah pas syuting. Selalu ada hal yang bisa bikin ketawa. Gue pasti akan merindukan hal ini. =( Mungkin Gue suka bantuin syuting temen2 IKJ, tapi syuting bersama keluarga sendiri jauh terasa lebih indah. =) (Jangan) Katakan Cinta! Merupakan sebuah proses Gue untuk belajar menjadi seorang Director. Asli stress! Paling bingung ketika harus membuat shoot list dan ketika lo engga punya waktu cukup buat shoot list lo. Gue harus belajar banyak tentang ini! Membuat film itu engga mudah. Gue ngerasain sendiri waktu awal mulai menulis skenario sampai post prodution (ketika Gue punya masalah dengan musik, coloring, dan sound di scene awal yang harus dubbing lagi pada akhirnya). Asliiii streeessss!! Tapi nagih! Hahahaha. Membuat film juga butuh pengorbanan. Hal ini Gue rasain ketika banyak temen yang ngajak jalan, dengan halus Gue menolak. Hiks2. Maafkan Gue yaa teman2. Terus waktu buat istirahat dan balik ke rumah juga berkurang. But no problem, Gue tetep enjoy kok menjalaninya.

Pesan buat teman2 yang mau terjun di dunia film?
Pesan Gue kalao mau sukses di bidang ini butuh pengorbanan banget. Lo akan ngerasain bedanya sama lo kerja di kantoran atau TV. Jangan manja! Harus kuat mental! Totalitas itu penting! Stamina lo harus dijaga biar engga gampang sakit. Karena syuting film itu capek. Sama cekatanlah dalam bekerja di bidang apapun! Work Hard and Work Smart!

Catatan kecil dari Gue:
So far, Gue cukup puas hasilnya untuk film pertama ini. Tapi Gue sebenernya bisa melakukan lebih dari ini. Gue agak kecewa sama diri Gue sendiri. Bersamaan dengan proses produksi ini, Gue sedang ada masalah sama keluarga. Jadi Gue sempet kena sindrom malas waktu itu. Ngerasa engga total. Kepikiran terus soalnya. Tapi yaa mau engga harus Gue jalanin. Mengingat semangat dari teman2 Gue engga mungkin Guenya yang lesu. Sama waktu yang Gue rasa kurang persiapannya. Setelah ada waktu buat ngomongin sama Anuy, bisa aja Gue ngubah ending cerita setelah brainstorming ide. Padahal syuting tinggal beberapa minggu lagi. Gokiiillll!!! Hahahaha. Begitu juga dengan shoot list pun yang sudah direncanakan harus berubah lagi. Terus pas awal syuting juga si Anuy lupa kalao Kaylanya bawa tas. Hahahaha. Gue juga skip. Dinda baru sadar pas sudah lama. Ya sutralah. Sama desain konsep diary dan poster2 yang ditempel di tembok, sebenernya Gue bisa ngelakuin hal itu lebih. Gue bener2 pengen poster2 film atau pop art atau band rock atau gambar2 ke Paris. Bukan tempelan gambar2 dari Free Magazine atau majalah lainnya. Begitu juga dengan diarynya. Gue memang tipe orang yang perfeksionis. Hal sekecil apapun kalao bisa jangan luput dan harus bagus. Gue menyalahkan diri Gue sendiri disini. Bukan siapa2. Gue menyesal. Coba Gue waktu itu mood ngerjain bener2. Nanti Anuy sudah tinggal ngikutin konsep dari Gue. Kemarin itu waktunya mepet, jadi Gue cuman bilang sama Anuy mau ini itu tanpa konsep yang kuat dari Gue. Dan Gue juga salah sih menggabungkan wardrobe sama art 1 orang. Karena wardrobenya yang dipake juga banyak. Hehehehe. Anuynya jadi kasihan dan kerepotan. Ya sudahlah, dijadiin pembelajaran aja. Akhir kata, Gue sangat amat mengucapkan terima kasih kepada semua teman2 yang sudah membantu jalannya produksi film ini. Maaf yaa jika Gue ada salah sama kalian. Dan Gue pengen lagi buat film pendek. Rasanya tiada ilmu yang bisa menggantikan selain pengalaman secara langsung. 

1 komentar:

Feni mengatakan...

trus ini mana link filmnyaaa??? >.<
nontonhya dimana ??