Saatnya film2 indiependent berjaya!

Jika kita mendengar kata kata indie, maka sudah dipastikan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang bersifat komersil atau yang mengikuti aliran mainstream. Biasanya kalao film indie adalah film2 yang diproduksi dengan biaya sendiri dan diproduksi secara gotong royong bersama teman2. Hehehehe. Jujur, Gue tuh baru nonton sama respect terhadap film2 indie pas kuliah semester 3. Karena Gue suka berekspetasi bahwa film indie itu ceritanya berat dan membosankan. Hehehehe. Film indie yang pertama Gue nonton adalah Negeri Maling buatan anak IKJ. Jadi tuh seinget gue ceritanya IKJ lagi ngadain festival film pelajar dan beberapa universitas diundang. Jadilah Gue sama Aji dateng buat perwakilan dan penasaran. Waw, gila juga yaa buatan anak IKJ sudah kayak film beneran. Mana ceritanya pun engga ketebak. Lalu engga lama kemudian karena Gue tertarik untuk menonton cinTa versi pendek, maka datanglah Gue ke Kineforum. Disaat bersamaan, film Kabar Gembira dan Purnama di Pesisir pun ikut diputar juga. Lagi2 Gue kaget sama karya2 film anak2 IKJ. Baik secara teknis maupun cerita keren mampus! Terus Gue nonton Babi Buta Yang Ingin Terbangnya Edwin, Badmintonnya Yandi yang menang di Hello Fest 2009, Film2 pendeknya Edwin, Dialog Tentang Tuhannya Fazrie yang juga sudah menang sana sini, 



Anginnya Aldo yang kemarin diputar di Europe On Screen 2010 sama Ubud Writers and Readers Festival 2010,


Vivekanya Toge. 

Perjalanan Untuk Kembalinya Petrus

Terakhir film indie yang Gue tonton yaitu Sang Badut dan Seorang Pengantin Mas Billy Christian yang sudah diputer 2x. Pertama di seminar film UI (Scroundbites 2010) sama pas di workshop Serunya Scriptwriting bekerja sama dengan Q Film Festival. Pas pemuteran pertama Gue engga nonton karena kelamaan makan. Yang pemuteran kedua cuman nonton setengah gara2 Gue kelaperan. Hehehehe.


Meskipun rata2 film yang Gue tonton adalah film2 tugas / TA nya anak2 IKJ. Tapi buat Gue karya2 mereka sekarang ini akan menentukan masa depan perfilman Indonesia. Semoga mereka tetap memegang teguh pendirian mereka seperti sekarang ini. Tidak menjadi sineas komersil yaa. Amin. Berikut adalah beberapa film indie yang pengen Gue tonton (nomor urut tidak menentukan film yang paling ingin Gue tonon yaa). Meskipun orang2nya Gue kenal secara pribadi, bukan berarti Gue pilih kasih. Ini yang sebatas Gue tau saja. Selain itu kualitas pembuatnya pun memang sudah diakui.  

1. Sagar Matha The Movie (a film by Emil Heraldi) 


Synopsys :

Shila and Kirana are best friends since they were in college. They traveled to Nepal to climb the Himalayas just like their dream when they were both students. Along the way, Shila has the opportunity to write short stories, while Kirana continue taking pictures to get a scholarship in school of photography. But Shila did not produce any short story and it made her very desperate, until slowly she found what she wanted, by teaching Tibetan refugee children she met along the journey. Shila no longer wanted to climb the Himalayas and was about to go home to Indonesia and marry her fiancee , but Kirana still insisted to climb through the Himalayas.

Cast: Nadine Candrawinata dan Ranggani Puspandya

Durasi: 100 menit 



Jujur, Gue amat penasaran dengan aktingnya Nadine yang agak2 tomboy disini. Salut juga sama Nadine. Meskipun dia Putri Indonesia, dia engga manja (kabarnya Nadine engga masalah tidur di airport). Belum lagi adegan naik2 gunung dengan bawa tas berkilo2. Engap engap deh lo. 

2. Aku Cinta Manchester United vs Jilbabku (a short film by Fazrie Permana)


Cast: Tamara Tyasmara, Ario Bayu, Dewi Gita

Sejauh yang Gue tahu, film ini sudah mendapatkan beberapa penghargaan. Diantaranya:
- Juara 3 Filmologic Photology UI Salemba
- Special Mention For Reflection On Asia - Africa Spirit
- Official Selection Festival Film FISIP UI 2010



3. Peron (a short film by Azhar Lubis)


Menurut orang2 sekitar, Azhar Lubis atau Bang Kinoy adalah seorang astrada film handal. Waktu itu filmnya sempet diputer di seminar film UI (Scroundbites 2010). Sayang karena kelamaan makan, Gue pun melewatkan film ini. T.T Meskipun tidak memakai artis sebagai pemeran utama, tapi melihat nama penulis skenario dan editor yang sudah tidak asing lagi di dunia perfilman kita, maka film ini patut untuk ditonton. Hehehehe. 

4. Hari Tua (a short film by Azhar Lubis)



Cast: Hengky Solaiman

5. Kado Hari Jadi (a film by Paul Agusta)


Sinopsis:
Seorang pemuda terbangun di sebuah ruangan kecil berwarna merah muda. Dirantai pada sebuah kursi besi, di hadapannya menggantung sebilah silet, dan di sampingnya terdapat dua batang besi yang mengarahkan pensil tajam ke mata kiri dan perutnya. Dia tak tahu dirinya di mana atau kenapa dia disekap di situ. Sesekali, seorang perempuan cantik bergaun bunga-bunga masuk ke dalam ruangan untuk menyiksanya secara kejam namun pelan. Siapa wanita ini? Untuk apa semua siksaannya? Dan, apakah pemuda itu akan selamat?

Cast: Rifnu Wikana dan Tika

Sempet banget waktu itu mau nonton di Jiffest tahun kemarin. Cuman gara2 ada halangan jadi nda bisa dech. Huhuhuhu. Tapi katanya sih Gue sempet denger DVDnya keluar beberapa di Aksara. Film ini juga sempet masuk Official Selection Q Film Fest. 2008, Official Selection Jiffest 2009, dan Official Selection Festival Film Rotterdam 2009.

6. Anak2 Lumpur (a film by Danial Rifki)


Sinopsis:
Kisah tentang anak-anak korban lumpur panas Lapindo, yang berjuang mempertahankan “harta” yang masih tersisa dalam hidup mereka.

Pemutaran & Penghargaan:
- Official Selection in Indonesian Film Festival 2010 at Melbourne
- Screened in Jiffest Travelling 2010
- Screened in Traveling Program of Clermont - Ferrand Film Festival 2010 at France
- Nominee for Best Film, Best Director, Best Cinematography in Ganesha Film Festival 2010
- Best Screenplay in Ganesha Film Festival 2010 di Bandung
- Nominee for Best Short Film in Indonesia Film Festival 2009
- Official Selection in Jakarta International Film Festival 2009
- Best Fiction and Viewers Choice in Konfiden Short Film Festival 2009
- Official Selection in Purbalingga Film Festival 2009
- Best Film In National Film Day 2009

Sssttt, penulis skenarionya adalah mas Perdana Kartawiyudha, seorang pendiri Serunya Scriptwriting.

Dan berikut adalah sederet film indie yang sudah Gue tonton dan mempunyai prestasi yang membanggakan!

1. Babi Buta Yang Ingin Terbang (a film by Edwin)


Sinopsis:
In “The Blind Pig Who Wants to Fly” you will find stories about disoriented identity, not knowing who you are, anxiety, uncertainty, the experience of being lost, told with a sense of humor. A father who is desperate to win a green card lottery, so the family can move to America. An ex-national badminton champion, whose husband leaves her for a Javanese wife. A Menado boy who constantly gets beaten up because everybody thinks that he is Chinese. A young girl who believes that Chinese firecrackers expel ghosts. Set within the contemporary social and racial tension of urban Indonesia, the story follows eight characters in their absurd journey to fit in within society in the hope to live better lives. Like a mosaic, this film is built from shattered pieces of colored glass. Delicate, fragile, beautiful.

Cast: Ladya Cheryl, Joko Anwar, Cesa David, Andhara Early, Pong Hardjatmo

Film ini telah diputar di berbagai festival film bergengsi internasional, diantaranya:
- Official Selection Pusan International Film Festival 2008
- Official Selection Vancouver International Film Festival 2008
- Official Selection Cinemanila International Film Festival 2008
- Fipresci Award International Film Festival Rotterdam 2009
- Official Selection Jiffest 2009

Saya rasa Edwin akan menjadi the next Garin. Soalnya film2nya unik dan idealis sekali. =) 

2. Purnama di Pesisir (a film by Chairun Nissa)


Sinopsis:
Purnama di sebagian makna menjadi kiasan yang indah dg kesempurnaan.Namun hal ini berbeda dengan kesempurnaan yang di alami Nirma. Anak sebatang kara yang harus membela haknya agar rumahnya tidak di bongkar untuk di jadikkan tanggul. Mengambil tempat di cilincing, daerah pesisir jakarta utara, Indonesia.

Cast: Ence Bagus, Desca Intan

Film ini telah diputar di berbagai festival film bergengsi internasional, diantaranya:
- International Festival Film Rotterdam 2010
- V Film Festival 2010
- Special Jury Mention Award ROMA INDEPENDENT FILM FESTIVAL 2010
- Official Selection Indonesian Film Festival 2010
- Official Selection for short competition Balinale Int Film Festival 4th
- Official Opening Film for Jember Film Festival 2010
- Screening Europe On Screen 2010

Chairun Nissa atau yang sapa diakrab Ka Ilun merupakan sutradara wanita muda berbakat. Btw wajahnya agak mirip sama Mira Lesmana loh. Hahahaha. 

3. cinTa (a film by Steven Facius)



Sinopsis:
This is a love story in a world that still leaves a scar of an old wound back in the past. It's a love story between an Indonesian Chinese named A Su, and Siti, a Muslim. On the deciding day, A Su asked Siti to marry him. It's a rather simple question which demand them to answer in a hard way.

Cast: Hengky Solaiman, Verdi Solaiman, Titi Sjuman, Djaenar Masayu.

Film ini telah diputar di berbagai festival film bergengsi internasional, diantaranya:
- Official Selection of Jakarta International Film Festival 2009 S Express.
- International Competition of Clermont Ferrand Short Film Festival , FRANCE 2010
- International Competition of Granada Young Filmmaker Festival, SPAIN 2010
- Official Selection, Images That Matter Film Festival. ETIOPIA 2010.
- Official Selection Thai Short Film and Video Festival 2010. THAILAND
- Official Selection Indonesian Art Festival, SINGAPORE 2010
- Official Selection Indonesian Film Festival, AUSTRALIA 2010
- Official Selection Singapore Short Film Festival, SINGAPORE 2010
- Official Selection, Purbalinga Film Festival INDONESIA 2010
- Official Europe On Screen. INDONESIA 2010
- Official selection, Q Film Festival 2010

4. Kabar Gembira (a film by Nicholas Yudifar)


Sinopsis:
Nazarudin, 50 years old, a hearse driver who is expecting his first child. He has to deliver one more mortal remains on his way home. He met Safi’I, a father who apparently just ran and left his son. The two of them are bound in a journey which in it they will share lifes, the lifes that in the end will change forever when Nazarudin died suddenly and Safi’i became the one who is remain from this journey.

Film ini telah diputar di berbagai festival film bergengsi internasional, diantaranya:
- Screening Festival Film Pelajar 2009
- Screening Europe On Screen 2009
- Screening Festival Film Pendek KONFIDEN 2009
- Official Selection Hannover International Film Festival 2009
- Screening International College Peace Film Festival special screening Indonesian Program 2009 di Korea
Rencontres Henri Langlois Festival International Des Ecoles De Cinema special screening Asia Film School Focus 2009 di Perancis
- Screening Lensa Mata 2009 di Malang

Hampir semua film yang Gue tonton berbasic sekolah film di IKJ (kecuali Paul Augusta doangs). Terkadang Gue ingin banget lihat film indie  yang non IKJ dan disutradarai oleh perempuan (coba lihat diatas, semuanya hampir didominasi dengan kaum adam). Yaa, semoga Gue pun bisa menjadi seperti mereka. Amin. Hehehehehe. 

SEMANGATLAH SELALU UNTUK BERKARYA! MARI KITA SAMA2 MAJUKAN TERUS FILM2 INDONESIA!!!

6 komentar:

Puput mengatakan...

mantap.. malah gw berharap para anak2 IKJ yang ok2 bisa cepet terjun ke dunia komersil, dan tetep memegang tegung sama idealisme mahasismanya..

Lady Arianne Bernadi mengatakan...

komersil maksud gue berdagang. membuat karya yang ece2 hanya demi uang. =)

topiq mengatakan...

boong lah kalo udah lulus kuliah ga masuk dulu jalur mainstream dan bikin karya ecek2, justru uang dari situ yang bisa digunakan untuk membiayai idealisme karna idealisme itu mahal :)

Lady Arianne Bernadi mengatakan...

jiah mangnya gue blang piq lulus kuliah harus langsung buat film panjang? zzzzz. ahh engga harus bikin karya ecek2 dulu kok untuk ngedapetin uang. rata2 anak2 IKJ produksi iklan, FTV, & video klip juga. dari situ mereka bisa dapet duit dan bikin film. ato cari investor. karena sekalinya ikutan film ece2 semacam film2 GJ, image kita jatuh loh. bukan artis aja yang harus punya image. crew film juga harus punya image. hehehehe. contohnya terjadi pada sutradara Sgar Matha yang bisa bikin film indie panjang tuh sama cin(t)a. so, engga harus jadi sineas dagang dulu kan untuk buat film? buat kita, uang tuh bukan patokan untuk bisa bikin film / engga. kalao lo berpatok sama uang lo engga akan maju2. mainstream yg mana dulu neh? mainstream yang kualitasnya tetep bagus or yg kualitasnya buruk?

qqie kudo mengatakan...

hi..salam kenal..
sorry masuk2 trus posting,,:D
Cuma mau nanya, q suk banget nonton film, kalau mau dapetin film2 indie kayak gini dimana ya? secara q di Sumsel gitu lho...
My email: deary_06@yahoo.com

Thx before utk infonya (baik dapat info ataupun tidak :D)

Lady Arianne Bernadi mengatakan...

hi nice to know you. biasanya para sutradara pembuat film indie ini adalah teman2 gue. hehehehe. cara mudahnya kamu rajin2 aja buka internet. atau kalao di salah satu postingan Gue ada yang lo mau, Gue bisa bantu kok. oke. makasih.